ANUGERA DARI DIA

TUHAN MEMBERKATI KAMI

Rabu, 10 Desember 2014

PUISI AGAMA KRISTEN


1.   KUATKANLAH IMAN KAMI

Ku tau ya Tuhan
Kalau dunia ini akan ada akhirnya
Dan ku tau juga ya tuhan
Kalau engkau akan datang untuk kedua kali nya
                   Peperangan tsunami dan gempa bumi
                   Telah kami alami yah tuhan
                   Bahkan masih banyak lagi ya tuhan
                   Bencana yang akan kami hadapi
                   Selama kami masih hidup di dunia
Ku tau juga ya tuhan
Ini terjdi bukan karna murkaMu
Terhadap kami umatMu
Tetapi ya Tuhan
Supaya semua yang tertulis tergenapi ya Tuhan
                   Kadang hatiku goyah menjalani hidup ini ya tuhan
                   Bencana, masalah silih berganti
                   Tetapi tuhan, aku selau berharap padaMu
                   Kuatkan dan teguhkan lah iman Ku ya Tuhan
                   Untuk menghadapi hidup ini
                   Dan segala sesuatunya Ku serahkan padaMu tuhan
Dan apabila cobaan datang
Aku tetap tegar MenjalaninNya
Dan pada saat Engkau kembali kedunia ini
Engkau Berkata “EngkauLah anak yang kukasihi”

2.   K  E R I N D U A N K U

Yesus. . . . .
Lihatlah negri kami ini Tuhan
Dengarlah jeritan tangis kami
Lihatlah setiap hati yang lara
Yang meantikan kedatangan mu
                   Bapa . . . .
                   Kami mohaon belas kasihMu
                   KasihaniLah kami tuhan
                   Sendangkanlah telingaMu di Negri kami ini
Kami Rindu Engkau Yesus. . . .
Negri kami Kau pullihakan
Ubahkan negrikami bapa
Agar negri kami layak dihadapanMu
Dan kami menjadi Umat pilihanMu
                   Satu keyakinan kami bapa
                   Bahwa ada rencanaMu di balik semua ini
                   Karna kami tau yesus
                   Setiap rencanaMu indah pad waktu Nya.


3.   MENANTI DAMAI DI SORGA

Dimana-mana terjadi bencana alam
Gempa menguncang bumi
Badai tsunami menyapu bersih
Tanah longsor menimbun rumah-rumah penduduk
Banjir menggenangi bumi yang kering
                   Sungguh becaa alam meranggut segalanya
                   Istri kehilangan suami
                   Seorang Bapak kehilangan keluarganya
Anak-anak kehilangan kedua orng tuanya
Semua penduduk kehilangan harta bendanya
          Sungguh bencana alam menghancurkan obsesi
          Yang tersisa hanya kekuatiran dan kecemasan
          Tak ada lagi kebahagiaan tersisah
          Trauma yang panjang menguasai dan menghantui hidup
          Mengunci setiap mulut dalam hening kebisuan
                             Tuhan . . . . .
                             Lawatlah mereka yang saat ini terluka
                             Hiburkan hidup mereka yang menderita
                             Tuk’ menanti damai dari surgaMu.


4.   TANYALAH DIRIMU SENDIRI

Jikalau masalah datang
Mengahampirin hidupMu
Jangan tanya pada ku “Mengapa”?
Karna sesungguh nya engkau tau
Engkau tidak hendak mencariku
                   Jikalau jalan yang buntu
                   Menghadang langkahmu
                   Jangan tanya pada ku “Mengapa”?
                   Karena engkau masih terlalu perkasa
                   Untuk pasrah pada tangan-Ku
Jikalau kedudukan gelombang tsunami tiba
Jangan tanya pad ku “Mengapa”?
Karna sebenarnya engkau
Tidak mencari jawab-Ku

 
5.   D A M A I


Damai . . . .
Dikalau musim kemarau habis menjelang menerjang
Para petani merasa hampa gulana, kebingunggan
Gagal panen hendak menyerang
Damai hadir bagai hujan harapan menyirnakan kegalauan
                   Damai . . . .
                   Dari padang gurun gersang,terjal tanpa benih-benih
                   Penuh kebebatuan tajam sepanjang perjalan
                   Damai bagai setitik embun yang putih bersih nan jernih
                   Memenuhi hasrat dahaga sebagai tanda-tanda  kehidupan
Damai . . . .
Ditengah kefasikandunia maya fana
Didalam segala prilaku yang tak terplihara
Seorang pemimpin seakan tak perduli tanggung jawabnya
Saat itu lah damai turun dari atas surga
Damai . . . .
Ia Yesus lahir ke dunia yang mulia
Membawa titik terang yang bersinar
Damai oh damai menentramkan jiwa yanggundah    gulana
Kami sambut engkau Yesus Penyelamat, pembawa
damai bagi Dunia.

6.   KUCARI SENYUMMU

MENGAYUN LANGKAH PADA TITITK SUNGAI
BIAR PUN AKU TAHU DERITA DI UJUNG BEBATUAN
KUJARI JUA SENYUMMU
TETAPI KEPALSUAN YANG KU JUMPA
KAU JELMAKAN SENYUM LANGIT  PADA KISI – KISI PADAS
PADA RIAK – RIAK AIR SUNGAI
KAU TIPU AKU
        DIMANA ENGKAU KUCARI
        PADA KOTAK BETON YANG DIKATAKAN OLEH ORANG
        GEREJA ?
        PADA LEMBAR – LEMBAR BUKU YANG DIKATAKAN ALKITAB ?
        ATAU PADA ORANG LAIN YANG DIKATAKAN ORANG
        HAMBAMU ?
BUKANKAH ENGKAU  TAK LEBIH DARI KATA DAN KHAYAL ?
BUKANKAH ENGKAU MIRIP ANGIN ?
HINGGA KU TAHU  SIAPA DIRIMU
KARNA MEMANG TAK PERLU AKU TAHU.
        ITU DULU. . . . . . . . . . .
        KINI AWAL ENGKAU KU-KENAL
        KUSELAM
        SAMBUT- AKU. . . . . . . .

7.    AKU TETAP MENGIKUT – MU
Yesus . . . . .. . . . .
Aku tahu  bahwa aku tak akan mampu
Menggeser atau memindahkan gunung
Tapi aku dapat memutuskan untuk beriman padamu
          Yesus. . . . . . . . . .
          Aku tahu  bahwa aku tak akan dapat mengatur
          terbit, tenggelamnya matahari
          Tapi aku dapat mengambil tekat untuk tekat
          padaMu
Yesus. . . . . . . . .
Aku tahu bahwa aku tak akan cukup perkasa
 untuk memperdalam dan memperluas lautan
tapi aku dapat belajar untuk dekat padamu
          Yesus. . . . . . .
          Aku tahu bahwa aku tak kuasa membuat
          Cuaca selalu serah
          Tapi aku dapat berkehendak penuh syukur
          padaMu
Yesus . . . . . . .
Aku tahu bahwa aku tak dapat menolak
Datang masalah dalam hidupku
Tapi aku dapat menetapkan hatiku untuk tetap melayaniMu
Karena aku mau selalu mengukutMu, Yesus. . . . . . . . .


8.     SAAT TEDUH
Pagi yang sunyi ini
Ada bagian alkitab yang kubaca
Merenungkan dengan pejaman mata
Akhirnya aku berdoa
          Dalam hati merasa hangat
          Kuhayati hidup ini
          Firman allah meresapi nilai hidup
          Firman tuhan yang berkuasa
Saat – saat bersama tuhan
Adakalahnya beban berat dilemparkan
Kini usai kesusahan
Pagi yang sungguh berarti
          Saat teduh dibawah lindungan
          Adakalanya waktu yang ideal
          Setiap hati mendapat jawaban
          Ada perasaan dosa diampuni tuhan
Ada bisikan roh kudus tuhan
Ada perubahan hidup
Saat teduhbersama tuhan
Kutemukan kedamaian
Kehangatan di hati
Sedalam aku menyelami firmannya
Masihkah kita tertidur di pagi hari?
Bangunlah dengan saat teduhmu!

9.   AJAR AKU MENCINTAIMU
Tuhan. . . . . .
Ajar aku mencintaimu dengan sederhana
Sehingga tak ada laasan bagiku
Tak punya daya untuk membagi sesuatu
Tak punya nalar untuk menyumbang sesuatu
              Tuhan . . . . . . . . . .
Ajar aku mencintaimu dalam kelemahan
Sehingga tak ada laasan bagiku
Tak punya kekuatan untuk melayani
Tak punya untuk
Tak punya talenta untuk dibanggakan
Tuhan . . . . . . . . . .
Ajar aku mencintaimu dalam keburukan
Sehingga tak ada laasan bagiku
Tak punya kebaikan untuk layak menghampirimu
Tak punya ketampanan untuk percaya diri
Tak punya talenta untuk dibanggakan
              Tuhan . . . . . . .
              Ajari aku untuk mencintai dengan hati
              Sehingga tak ada alasan bagiku
              Tak punya kata untuk dirangkai
              Tak punya ucap untuk dikatakan
              Tak punya gaya untuk di tunjukan
Tuhan . . . . . .
Ajari aku untuk mencintai dengan ketiadaan
Sehingga tak ada alasan bagiku
Tak punya tangan untuk dilipat
Tak punya lutut untuk sujud


10.       DAMAI OH DAMAI

Kulangkahkan kakiku menelusuri jalan kehidupan
Aku banyak melihat keluh kesah
Aku melihat ada yang tertawa, ada yang menangis
Ada yang kesal ada juga yang kesal
Ada juga yang cemburu dan ada juga yang sombong, semua terlihat olehkuharus hidup seperti ini?

                    Aku merenung dalam kesunyian malam
                   Aku  hanya mendengar suara angin yang berhembus
                   Sepoi-sepoi
                   Semua orang telah tertidur
                   Ada perasaan tenang, lega dan damai
                   Semua itu terjadi sampei esok hari

Esok hari demikian juga yang terjadi
Ketenangan, kedamaian yang semalam kualami tidak ada lagi
Damai . . . . .oh . . . .damai dimana akan kutemukan?
Apakah setelah aku tertidur untuk selamanya?

                   Kurenungkan kembali apa yang ku perbuat
                   Sungguh juga tempatku bukan tempat yang damai
                   Kemanakah aku akan berjalan?

Setelah kucoba kembali untuk melangkah
Aku melihat apa yang kuinginkan
Disana semua tersedia, itulah yang kucari 

                   Hanya dengan satu nama jika aku percaya
                   Dia yang kucinta, dia yang kupuja
                   Dia yang kusebut YESUS RAJA DAMAI.

11.KU KAGUM

Saat malam tiba, dikala aku duduk diluar
Ku tatap keatas langit
Melihat indahnya bulan dan bintang
Bercahaya menynari bumi
Saat pagi tiba, ku terbagun dari tidurku
Kudengar ayam berkokok, kudengar burung berkicau
Pertanda pagi sudah tiba

          Kulangkahkan kakiku keluar
          Ku tatap kelangit yang biru
          Dan kulihat seberkas sinar matahari
          Oh. . . . . sungguh indah nya matahari pagi

Lalau kuhirup udara pagi 
Wah. . . . alangkah segar dan sejuknya pagi itu
          Ku melayangkan mataku ketanaman yang hijau
          Padi, bunga, pepohonan, rumput – rumputan
          Embun pagi membasahi tubuh mereka
          Kulihat mereka hidup dan segar
          Indah dan menajubkan
          Siapa gerangan dibalik ini semua?
          Jawabannya ada padaku dan kamu

                   Aku kagum padaMu, sang pencipta
                   Kau ciptakan langit dan bumi
                   Kau ciptakan cakrawala dan tumbuh – tumbuhan
                   Kau ciptakan matahari dan manusia
                   Semaua yang kau ciptakan sungguh amat baik
                   Semuanya ada begitu sempurna

          Sugguh agung karyaMu
          Aku bangga padaMu
Ku kagun akan Engkau


Nama : elsa guslirantie togatorop
Kelas : XII sma


 Guru Agama Kristen : Lukas Pardomuan Hutasoit,  S.Pd.K




Tidak ada komentar:

Posting Komentar